-->
  • Jelajahi

    Copyright © Ismed Share
    Ismed Share, Blog Berbagi Ilmu Apa adanya

    Iklan

    Menu Bawah

    Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengembangkan Kekebalan Penuh Setelah Vaksin COVID-19 Kedua?

    Jumat, 26 Maret 2021, 10:50 WIB Last Updated 2021-03-30T14:17:18Z
    Proses  Vaksin COVID-19 

    Ada banyak vaksin COVID-19 berbeda yang sedang dikembangkan di seluruh dunia.  Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) sejauh ini telah mengizinkan tiga vaksin COVID-19 untuk penggunaan darurat.

    Dua dari vaksin ini adalah vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang menggunakan teknologi mRNA untuk membantu sistem kekebalan tubuh Anda menghasilkan kekebalan terhadap SARS-CoV-2, virus korona yang menyebabkan COVID-19.

    Kedua vaksin ini membutuhkan dua dosis.  Setelah menerima dosis kedua, kekebalan Anda terhadap virus bekerja sepenuhnya. Anda mungkin bertanya-tanya berapa lama setelah dosis kedua Anda memiliki kekebalan penuh.


    Baik vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna bekerja dengan memperkenalkan sistem kekebalan Anda ke bagian dari virus korona baru yang disebut protein lonjakan.  Protein ini ditemukan di permukaan virus.  Ini digunakan untuk membantu virus mengikat dan memasuki sel inang di tubuh Anda.

    Karena sistem kekebalan Anda memiliki memori, ia dapat menggunakan vaksin untuk menganalisis dan menyimpan informasi tentang protein lonjakan.  Kemudian ia dapat memanfaatkan informasi ini untuk melindungi Anda jika Anda terpapar virus yang sebenarnya di masa mendatang.

    Namun, kekebalan tidak langsung terjadi setelah vaksinasi.  Faktanya, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu bagi tubuh Anda untuk membangun kekebalan.  Karena itu, Anda masih bisa jatuh sakit selama jangka waktu ini.

    Mari kita lihat keefektifan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna dalam minggu-minggu setelah dosis kedua.

    PFIZER-BIONTECH

    Uji klinis Pfizer-BioNTech mengevaluasi efektivitas vaksin 1 minggu setelah peserta mendapatkan dosis kedua.  Peneliti menemukan bahwa vaksin tersebut 95 persen efektif mencegah COVID-19 pada saat ini.

     MODERNA

    Uji klinis Moderna melihat keefektifan vaksin 2 minggu setelah peserta menerima dosis kedua.  Pada titik ini, vaksin ditemukan 94,1 persen efektif mencegah COVID-19.

    Mengapa dibutuhkan dua dosis?

    Selama pengujian awal, para peneliti menemukan bahwa kedua vaksin menghasilkan respons kekebalan yang lemah setelah hanya satu dosis.  Namun, tanggapan kekebalan yang jauh lebih kuat diamati setelah dosis kedua.

    Oleh karena itu, diperlukan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.  Anggap saja seperti ini: Dosis pertama mulai membangun perlindungan, sedangkan dosis kedua memperkuat perlindungan itu.

    Ada beberapa vaksin yang hanya membutuhkan satu dosis.  Contohnya adalah vaksin yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson.

    Vaksin ini menggunakan jenis teknologi yang berbeda dengan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.  Setelah meninjau data keamanan dan keefektifan dari uji klinis, FDA memberi otorisasi kepada Sumber Terpercaya vaksin Johnson & Johnson untuk penggunaan darurat.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini

    Android

    +