-->
  • Jelajahi

    Copyright © Ismed Share
    Ismed Share, Blog Berbagi Ilmu Apa adanya

    Iklan

    Menu Bawah

    Asi makanan terbaik bayi

    Senin, 18 April 2011, 16:57 WIB Last Updated 2011-11-26T15:28:12Z
    Alergi makanan, banyak orang, buang air besar, Diare, fungsi tubuh, gangguan, Gen, kalori, kekebalan tubuh, kesehatan, Lemak, mekanis, mekanisme, mengandung, Mineral, Norma, organ, Protein, rasa, Sehat, sel, sistem kekebalan tubu, sistem tubuh, usia, zat warna
    Susu merupakan makanan bayi dan anak yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah banyak dan jangka panjang. Bila susu tersebut tidak cocok, bisa menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang terjadi terus menerus dalam jangka panjang. Pemilihan susu terbaik bagi anak harus dilakukan secara cermat dan teliti. Prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Pertimbangan utama pemilihan susu bukan terletak pada susu apa yang disukai anak. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standar RDA (Recommendation Dietary Allowance). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin, dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dengan kata lain, apapun merek susu formula sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut.
    Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah, atau kesulitan buang air besar. Susu yang cocok tidak akan menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan tubuh setiap anak terhadap susu sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar. Gangguan akibat ketidakcocokan susu formula bisa timbul karena reaksi cepat atau timbulnya gejala kurang dari 8 jam. Pada reaksi lambat atau gejala baru timbul setelah lebih dari 8 jam, atau kadang setelah minum susu 5 atau 7 hari baru timbul keluhan. Tanda dan gejala ketidakcocokan susu formula atau alergi susu hampir sama dengan alergi makanan. Gangguan tersebut dapat mengganggu semua organ tubuh terutama pencernaan, kulit, saluran napas dan organ lainnya.
    Pengaruh ketidakcocokan anak terhadap suatu susu formula bisa disebabkan karena reaksi simpang makanan, reaksi alergi, atau reaksi nonalergi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala menyangkut banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. Reaksi non alergi atau reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi. Intoleransi ini bisa terjadi karena ketidakcocokan beberapa kandungan didalam susu formula/kandungan protein susu sapi (kasein), laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, dan kandungan DHA. Produksi susu formula merupakan bisnis perdagangan yang sangat besar dan menggiurkan. Setiap hari kita disuguhi promosi susu formula yang demikian gencar. Semua produsen susu berlomba-loba mengangkat isu kecerdasan dengan mengandalkan AA, DHA, Spingomielin dan sebagainya. Karena promosi “susu kecerdasan” ini sangat gencar, banyak orangtua menolak bila susu anaknya tidak mengandung AA dan DHA.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini

    Android

    +